Selasa, 09 April 2013

Adat istiadat, Pola Kehidupan Masyarakat Batak

Masyarakat Batak menyebut dirinya sebagai Bangsa Batak karena:
1. Mempunyai Bahasa Sendiri.
2. Mempunyai Aksara/huruf sendiri.
3. Mempunyai Adat Istiadat, Rumah, Musik, Hari, Bulan, Beladiri, Hukum, undang-undang, Agama, Filsafat, Pengobatan, dll.
Dan ini sangat mudah di kenali Bangsa Batak dengan cara berbicara/logatnya yang jelas dan tegas, pola huungan keluarga yang memiliki marga menjadi  hubungan kekerabatan. Warisan budaya paling berharga yang diturunkan oleh leluhur Bangsa batak kepada keturunannya adalah konsep Dalian Natolu.
Penjabaran Dalian Natolu atau Tiga Tungku Masak adalah sebagai berikut:
Somba marhula-hula artinya suami hormat kepada keluarga pihak istri, 
Manat mardongan tubu artinya bersikap berhati-hati kepada saudara semarga, dan
Elek marboru artinya bersikap sayang atau membujuk kepada saudara perempuan pihak suami.
Konsep ini dipegang kuat dalam kehidupan kekerabatan masyarakat Batak hingga saat ini.

Batak Batak calls itself the nation because:

1. Language has Himself.

2. Have a script / letters themselves.

3. Customs has, Home, Music, Day, Month, Martial, Law, law, religion, philosophy, medicine, etc..

And it is very easy to identify with the nation Batak speech / accent is clear and unequivocal, family huungan pattern that has become clan kinship. The most valuable cultural heritage handed down by ancestors to offspring Hobo Nation is the concept of Dalian Natolu.

Translation of Dalian Natolu or Three Cooking Stoves are as follows:

Somba marhula-hula husband means respect for the family of the wife,

Manat mardongan tubu means being careful to your surname, and

Elek marboru means to be love or persuade the husband's sister.

This concept is strongly held in the social life of Batak society today.